Dukung Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat Melalui Kredit Kukar Idaman

img

(pertemuan DPRD Kukar)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.KUKAR- Program pemulihan ekonomi masyarakat dimasa pandemi Covid-19 seperti saat ini, mulai digerakan pemerintah Kutai Kartanegara.

DPRD Kukar bahkan mengadakan pertemuan diruang Banmus, Rabu (1/9/2021) terkait dengan rencana penyertaan modal pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara ke Bank Kaltimtara.

Dana penyertaan modal ke Bankaltimtara rencana akan digelontorkan pada anggaran perubahan 2021 tahun ini, yang nantinya akan dipergunakan untuk pemulihan ekonomi dengan program Kredit Kukar Idaman dengan bunga 0 persen.

Pertemuan diruang Banmus dipimpin Ketua DPRD Abdul Rasyid, didampingi Wakil Ketua Alif Turiadi, Didik Agung Eko Wahono, Siswo Cahyono, kemudin turut hadir Hamdan Ketua komisi 2 yang membidangi Perbankan, Andi Faisal Ketua Komisi 3, Wakil Ketua Bapemperda Firnadi Ikhsan, Wakil Ketua BK Saparudin P, dan para ketua fraksi dan anggota DPRD Kukar lainnya.

Hadir dalam pertemuan itu Kepala BPKAD Kukar, perwakilan Inspektorat Daerah dan jajaran pimpinan Bankaltimtara.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kukar Firnadi Ikhsan yang turut hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan, bahwa visi-misi Bupati mulai dijalankan dan mendapat dukungan legislatif di saat yang tepat,sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi Covid-19.

“Jadi tadi semua memberikan ulasan. Intinya dukungan untuk terlaksananya program ini. Selain itu juga memberikan beberapa masukan dalam teknis penyaluran. Kriteria yang mendapatkan agar tidak banyak menyulitkan serta antisipasi kemacetan pengembalian. Suport skill pengembangan usaha harus disasar jadi fokus pihak Bankaltimtara,.” Papar Firnadi Ikhsan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dalam pertemuan itu, pemerintah yang diwakili pihak BPKAD menyakinkan legislatif bahwa proses penyertaan modal sudah memenuhi syarat dan ketentuan sesuai peraturan perundang undangan.

Untuk diketahui program Kredit Kukar Idaman Bankaltimtara sesuai yang dipresentasikan ke legislatif tersebut adalah Kredit menguatkan Keuangan Rakyat Melalui Invasi Berdayakan Kemitraaan.

Dalam proses penyalurannya nantinya diprioritas kepada masyarakat atau pengusaha mikro yang bergerak disektor perdagangan, pertanian dan perkebunan, peternakan, paiwisata, kontruksi, kelautan, jasa industri pengolahan dan sektor lainnya. Dengan plafon pinjaman dari mulai Rp5 juta sampai maksimal Rp25 juta dengan jangka waktu 24 bulan.(awi)